Erikawati Jadi Korban Tragedi saat 'Surabaya Membara', Sahluki Ungkap Permintaan Terakhir Putrinya
Sabtu, 10 November 2018
Edit
Putri kecilnya jadi korban meninggal karena jatuh dari Viaduk
saat menyaksikan Surabaya Membara, Sahluki ungkap permintaan terakhir
Erikawati
Sahluki sekeluarga jadi korban insiden Viaduk ketika menyaksikan drama kolosal Suarabaya Membara di jalan Pahlawan.
Ia mengajak serta anaknya, Erikawati yang masih berusia 9 tahun dan istrinya Liana (37).
Dilansir TribunStyle.com dari Surya.co.id ketiganya berangkat dengan menggunakan motor.
Mereka mengendarai motor dari kediamannya di Jalan Kalimas Baru Surabaya menuju lokasi perhelatan drama kolosal Surabaya Membara di depan kantor Gubernur Jawa Timur kawasan Tugu Pahlawan.
Sesampainya di sana, suasana sudah sangat ramai dan penuh orang yang ingin menyaksikan drama ini.
Sahluki langsung berinisiatif mengajak anak dan istrinya ke atas Viaduk.
Hal ini juga ditambah karena sudah ada banyak orang yang memenuhi rel kereta ini.
Ia memarkirkan motor dan menyusuri jalanan sempit untuk sampai ke Viaduk.
"Di bawah sudah penuh tidak kelihatan lalu ke atas (viaduk)," kata Sahluki di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Sabtu (10/11/2018) dilansir TribunStyle.com dari Surya.co.id.

Ia tak menyangka hal ini membawa petaka untuk keluarganya.
Mereka panik ketika kereta muncul dari arah stasiun Gubeng ke Stasiun Pasar Turi.
Namun sayangnya Erikawati terlepas dari pegangan ibunya hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sahluki juga mengatakan jika tak ada petugas yang melarangnya ketika akan naik ke viaduk.
"Tidak ada petugas yang melarang menonton dari viaduk sudah banyak orang di sana ," ujar Sahluki.
Pria 41 tahun ini hanya menuruti permintaan putrinya untuk menyaksikan drama kolosal ini.
Namun siapa yang menyangka keinginan bocah 9 tahun ini jadi yang terakhir.
"Anak saya minta terus ingin nonton Surabaya Membara, minta ke atas (Viaduk) biar kelihatan," ucap Sahluki.
Sahluki sekeluarga jadi korban insiden Viaduk ketika menyaksikan drama kolosal Suarabaya Membara di jalan Pahlawan.
Ia mengajak serta anaknya, Erikawati yang masih berusia 9 tahun dan istrinya Liana (37).
Dilansir TribunStyle.com dari Surya.co.id ketiganya berangkat dengan menggunakan motor.
Mereka mengendarai motor dari kediamannya di Jalan Kalimas Baru Surabaya menuju lokasi perhelatan drama kolosal Surabaya Membara di depan kantor Gubernur Jawa Timur kawasan Tugu Pahlawan.
Sesampainya di sana, suasana sudah sangat ramai dan penuh orang yang ingin menyaksikan drama ini.
Sahluki langsung berinisiatif mengajak anak dan istrinya ke atas Viaduk.
Hal ini juga ditambah karena sudah ada banyak orang yang memenuhi rel kereta ini.
Ia memarkirkan motor dan menyusuri jalanan sempit untuk sampai ke Viaduk.
"Di bawah sudah penuh tidak kelihatan lalu ke atas (viaduk)," kata Sahluki di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Sabtu (10/11/2018) dilansir TribunStyle.com dari Surya.co.id.
Ia tak menyangka hal ini membawa petaka untuk keluarganya.
Mereka panik ketika kereta muncul dari arah stasiun Gubeng ke Stasiun Pasar Turi.
Namun sayangnya Erikawati terlepas dari pegangan ibunya hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sahluki juga mengatakan jika tak ada petugas yang melarangnya ketika akan naik ke viaduk.
"Tidak ada petugas yang melarang menonton dari viaduk sudah banyak orang di sana ," ujar Sahluki.
Pria 41 tahun ini hanya menuruti permintaan putrinya untuk menyaksikan drama kolosal ini.
Namun siapa yang menyangka keinginan bocah 9 tahun ini jadi yang terakhir.
"Anak saya minta terus ingin nonton Surabaya Membara, minta ke atas (Viaduk) biar kelihatan," ucap Sahluki.
