Bagaimana 'Nasib' Anak Kecil dalam Video Viral dengan Wanita Dewasa? Ini Penjelasannya

Mabes Polri menjamin bahwa pelaku penyebaran video viral Bocah SD dengan perempuan dewasa yang tersebar di masyarakat akan ditindak.
"Kalau aturannya kan ada, undang-undang pornografi, UU ITE menyebarkan pornografi gak boleh juga," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, kepada wartawan di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2018).
Selain itu, pemeran wanita dalam video viral tersebut juga akan dijerat pelanggaran pidana.
"Yang wanita dewasa lah yang kena, di dalam UU KUHP kan yang bertanggung jawab adalah orang yang sudah dewasa," tegas Setyo.
Namun mantan Kadiv Hukum Polri ini mengungkapkan bahwa anak di bawah umur dalam video viral tersebut tidak akan dipidanakan karena dianggap belum tahu atas konsekuensi perbuatannya.
"Kalau masih anak-anak kan tidak bisa diminta pertanggungjawaban," jelas Setyo.
Diduga Pengamen
Korban dua anak kecil di bawah umur yang terlibat dalam video viral yang sedang heboh di dunia media sosial, diduga salah satunya, merupakan anak jalanan.
Hal itu terungkap dari percakapan dalam video viral berdurasi 1 jam 11 menit itu.
Pada adegan pembuka tayangan tersebut, terlihat seorang wanita berinisial I masuk ke dalam sebuah kamar hotel.
I mengenakan kacamata, baju berwarna hitam dan rok sepaha berwarna putih.
Di belakangnya datang seorang Bocah SD yang mengenakan sweater berwarna merah muda, diketahui belakangan anak tersebut berinisial D.
“Saya belum makan, haus, tadi habis ngamen, tadi D ngomong begitu,” ujar I ketika berbicara kepada seorang lelaki yang diduga merekam video tersebut atau kita sebut saja P.
Percakapan selanjutnya terjadi namun untuk hal tertentu tidak dilanjutkan dalam tulisan ini.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai, beredarnya video viral tersebut dapat berdampak negatif terhadap anak di Indonesia. Anak-anak dikhawatirkan akan meniru perbuatan tak senonoh tersebut.
"Jika video tersebut terus beredar, bisa berpotensi peran-peran yang ada di video itu diimitasi oleh anak. Ini berbahaya," kata Susanto seperti dilansir dari Kompas.com.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel